Posted in Fanfiction, Novel, Story

Find You (Chapter 1)

FInd You cover

Title : Find You

Author : Tari Khasbie (stranger197_)

Genre : Love, Drama, Family, Relationship

Language : Bahasa Indonesia

Type : Novel, Fanfiction

Cast :

  • Kim So-Hyun as Hwang Eun-Young
  • Kim So-Hyun (use glasses) as Gong Min-Ah/Hwang Eun-Hee
  • Sejin 14U as Himself (Lee Se-Jin)
  • Rio 14U as Himself (Son Gwang-Hyuk)
  • Seo Ji-Hee as Choi Joo-Hyun
  • Kang Ha-Neul as Himself (Teacher)


“Aku memimpikan dia lagi.”

“Hmm.”

“Ini membuatku stres dan sakit kepala!”

“Benar.”

“Kapan dia akan mengirimiku surat? Ini sudah sepuluh tahun!”

“Aku tidak tahu.”

“Ini gila!”

“Aku tahu.”

“Hei, apa kau dengar apa yang sedang kukatakan?”

“Aku mendengarmu.”

Sejin

Ya[1], Se-Jin-ah—“

“Lihat, itu kimbabnya!”

Yak, Lee Se-Jin! Kau tidak mendengarkanku, paboya[2]Ya!”

Laki-laki yang dipanggil ‘Lee Se-Jin’ itu tidak menghiraukan Eun-Young dan tetap berjalan menuju salah satu rak makanan yang menjejerkan berbagai macam kimbab segitiga aneka rasa. Sementara itu, Eun-Young yang sudah uring-uringan melihat tingkah sahabatnya hanya bisa berjalan menyusul Se-Jin. Dia tidak habis pikir kenapa Se-Jin yang notabene merupakan teman masa kecilnya itu tidak pernah berubah—selalu lebih mementingkan makanan daripada orang-orang di sekitarnya? Ingin rasanya gadis itu meninju hidung Se-Jin sekarang juga.

“Oi, Lee Se-Jin! Aku sedang membicarakan hal yang penting denganmu dan kau mengabaikanku begitu sa—“

“Eun-Young-ah, lihat ini! Aku belum pernah melihat rasa ini sebelumnya. Kurasa ini rasa baru. Bagaimana kalau kita mencobanya?” kata Se-Jin tiba-tiba, memotong ucapan Eun-Young.

“Lee Se-Jin!”

Arra, arra[3]. Aku dengar apa yang sedang kau bicarakan. Tapi, aku sudah bosan mendengarnya karena kau hampir membicarakannya setiap hari,” sahut Se-Jin kembali ke topik awal mereka.

“Tapi, ini tentang adik kembarku!”

“Aku sudah sering memberitahumu bahwa ia akan kembali, bukan?” sahut Se-Jin lagi. Diserahkannya dua buah kimbab segitiga tadi ke kedua tangan Eun-Young. “Bayar ini!” suruhnya lalu berbalik dan berjalan menuju rak lain.

Eun-Young yang tidak sempat menolak hanya bisa memandang punggung Se-Jin yang baru menjauh beberapa meter darinya. Didekatinya pria itu. “Se-Jin-ah, do you have any idea to find my sister?” tanyanya, berharap Se-Jin akan memberinya sebuah jawaban yang bagus.

Tetapi, ternyata harapannya tersebut meleset karena Se-Jin berbalik dan menatapnya dengan tatapan datarnya. Kedua tangannya dimasukkan ke kantung jaketnya dan ia memajukan sedikit bibir bawahnya—yang membuatnya tampak menggemaskan—di kedua mata Eun-Young. Kepalanya bergeleng pelan. “Eobsoyo[4],” jawabnya lalu pergi begitu saja.

Aish, jinja[5]… ,” desis Eun-Young pelan. Sebenarnya, gadis itu sudah betul-betul muak dengan sikap dan wajah Se-Jin—datar, dingin, tapi tampan. Eun-Young tidak heran kenapa sahabatnya itu dijuluki ‘Face Wall’ oleh orang-orang di sekolahnya karena kau pasti sudah tahu alasannya : ‘Ketika seseorang meminta pendapatnya, maka Se-Jin akan menjawab seperlunya saja dan terkadang tidak menjawab sama sekali. Eun-Young begitu bingung dengan gadis-gadis di sekolahnya yang tergila-gila dengan Se-Jin. Eun-Young yang notabene sudah lebih akrab dan mengenal Se-Jin saja sering dibuat kesal, bagaimana dengan gadis yang menjadi pacarnya kelak?

Kau boleh saja memiliki wajah tampan, tapi lihat saja nanti aku akan memberimu pelajaran! Eun-Young ngedumel dalam hati, berharap Se-Jin bisa mendengar suara hatinya. Akhirnya, ia pun terpaksa menyerah dan berjalan menuju kasir dan membayar semua kimbab yang diambil Se-Jin tadi, lalu menyusul sahabatnya yang sudah keluar dari mini market.

Hwang Eun-Young, itulah namanya. Dia adalah seorang murid berusia delapan belas tahun yang bersekolah di Jegul High School, salah satu sekolah yang cukup terkenal di Korea Selatan. Eun-Young sendiri adalah seorang gadis yang cantik dengan rambut panjang berwarna hitam, kulit putih susu, serta mata besar. namun, sayangnya, karakter Eun-Young sangat berbeda dengan penampilan fisiknya : ‘Tomboy, egois, arrogant, serta sangat membenci kekalahan. Dengan kata lain, karakter seorang Hwang Eun-Young jauh dari kata ‘Feminine Girl’.

Sebenarnya, Eun-Young pernah mencoba untuk merubah sikapnya menjadi lebih lembut. Akan tetapi, hal itu gagal dilakukannya sebab selalu saja ada yang sesuatu yang membuatnya gagal. Entah itu karena segerombolan preman yang menantangnya untuk bertarung atau menolong gadis-gadis dari penjahat. Well, kalian bisa mengatakan bahwa Eun-Young memiliki kekuatan yang bahkan melebihi laki-laki. Ia pernah membuat seorang pria yang berusia beberapa tahun lebih tua darinya patah tulang dan kaki saat ia masih duduk di kelas enam SD. Because of that, everyone called her ‘Monster Girl’.

Tidak hanya itu, di sekolah, Eun-Young hampir tidak memiliki teman cewek. Ia lebih sering bergaul dengan cowok dan bahkan teman-temannya menunjuknya sebagai ‘Leader’ di geng mereka karena kau pasti sudah tahu alasannya. Sahabatnya sejak kecil adalah ‘Lee Se-Jin’ serta seorang gadis bernama ‘Choi Joo-Hyun’ yang juga bersekolah di tempat yang sama dengan Eun-Young.

Berbeda dengan Eun-Young, Joo-Hyun adalah seorang gadis yang teramat feminin dan lembut. Banyak murid pria di Jeguk High School yang jatuh cinta terhadapnya. Salah satu teman Eun-Young di gengnya juga jatuh cinta pada Joo-Hyun. Namanya ‘Song Gwang-Hyuk’ dan biasa disapa ‘Rio’ (Eun-Young sering menanyakan kenapa ia bisa disapa dengan nama itu). Sayangnya, sepertinya Rio harus menerima kenyataan bahwa cintanya masih bertepuk sebelah tangan sebab ternyata dibalik wajah cantik serta sifat lembutnya itu, Joo-Hyun adalah seorang penggemar berat dari aktor dan penyanyi ‘Park Hyung-Sik’ dan ‘Song Joong-Ki’. Ia bahkan memiliki pernak-pernik berbau kedua aktor tersebut di kamar serta di lokernya. Joo-Hyun sendiri sebenarnya bukanlah gadis yang peka dan tidak pernah menyadari bahwa dirinya populer di sekolah, padahal Rio sudah sering sekali memberinya banyak kode.

Kembali ke Eun-Young. Eun-Young sebenarnya memiliki saudara kembar yang berpisah dengannya sepuluh tahun yang lalu. Namanya ‘Hwang Eun-Hee’. Mereka berpisah dikarenakan kedua orang tua mereka bercerai. Ayah mereka memutuskan untuk mengambil hak asuh Eun-Young, sementara sang Ibu mengambil hak asuh Eun-Hee. Awalnya, kedua saudari kembar tersebut tidak menyetujui perceraian kedua orang tua mereka dan bahkan sempat memberontak. Tetapi, karena kedua orang tua mereka tetap memaksa untuk berpisah, akhirnya Eun-Young dan Eun-Hee membuat sebuah janji : ‘Tidak pernah melupakan satu sama lain dan saling mengirim surat rahasia’.

Akan tetapi, sepuluh tahun telah berlalu dan Eun-Young sama sekali belum mendapatkan kabar apapun dari adik kembarnya. Ia selalu bertanya-tanya, bagaimana kabar Eun-Hee dan Ibunya yang memutuskan tinggal di Busan dan berharap keduanya baik-baik saja. Gadis itu pernah menanyakan kabar Eun-Hee dan Ibunya pada sang Ayah dan jawabannya selalu sama : ‘Keduanya baik-baik saja’. Tetapi, rasanya ada yang aneh dengan jawaban itu. kalau keduanya baik-baiknya saja, kenapa Eun-Young belum mendapatkan surat satupun dari saudarinya?

Hampir setiap hari Eun-Young memimpikan saudarinya tersebut, seperti tadi malam. Ia bermimpi lagi dan membuat Se-Jin harus menjadi tempat curhat Eun-Young. Sebenarnya, Se-Jin sendiri sudah merasa bosan dengan topik mengenai ‘Eun-Young’s lost twin’ itu karena hampir setiap hari gadis itu membicarakannya. Write that! ALMOST EVERYDAY! Can you imagine? ujar Se-Jin dalam hati.

“Aku heran kenapa sampai sekarang Eun-Hee belum mengirimiku surat,” kata Eun-Young sambil mengunyah kimbab dan berjalan memasuki gerbang sekolah bersama Se-Jin.

“Tenang saja, dia pasti baik-baik saja,” jawab Se-Jin sambil menyeruput susu kotaknya.

Eun-Young menghentikan langkahnya. Dia menghadap ke samping—tepat ke Se-Jin. Dahinya berkerut. “Apa kau pikir dia masih mengingatku?” ia bertanya lagi, membuat butiran-butiran nasi yang masih dikunyahnya menyembul keluar dan mengenai wajah Se-Jin. Pria itu sontak terkejut.

“Puih… puih… ! Ya, neo micheseo[6]?! Habiskan dulu makananmu lalu bicara! Kau ini cewek atau bukan, sih? Menjijikan sekali!” Se-Jin berseru. Tangannya bergerak-gerak menyingkirkan butiran-butiran nasi di wajahnya.

Eun-Young menggerutu. “Aish, kau berlebihan.”

“’Berlebihan’ katamu? Hoh, tidak heran kalau orang-orang memanggilmu dengan sebutan ‘Monster Girl’—kasar sekali!” seru Se-Jin lagi.

Ya, neo jugulae[7]?”

“Lihat! Dia mengancamku lagi!”

“Cukup! Ya, Lee Se-Jin! Kalau kau bicara lagi, aku akan… woahh!” kalimat Eun-Young terputus ketika seorang gadis menubruknya dari belakang.

Aish, ya! Apa kau buta?! Pasang matamu baik-baik saat berjalan!” bentak Eun-Young seraya mengelus punggungnya.

Gadis itu berbalik dan langsung menundukkan kepalanya. “Ah, mi-mianhada[8]. Aku tidak melihatmu karena aku sedang terburu-buru. Maaf… !” katanya sambil membungkukkan badannya, lalu kembali berlari.

“Hei, kau mau kemana… ?! Hei! Aish, siapa gadis itu? Aku tidak pernah melihat dia di sekolah ini sebelumnya,” kata Eun-Young penasaran sekaligus kesal melihat punggung gadis tadi semakin menjauh.

“Kurasa dia murid baru disini,” jawab Se-Jin seadanya.

Geurae[9]? Tapi, kenapa aku tiba-tiba tidak merasa dengan gadis itu, ya?” kata Eun-Young lagi, kali ini nada suaranya merendah.

Kim sohyun“Kenapa kau berisik sekali hari ini, Eun-Young-ah? Kau membuatku sakit telinga,” keluh Se-Jin tidak merespon pernyataan Eun-Young. Gadis itu mulai berang lagi. “Kau bilang apa tadi?”

“Kepalaku jadi sakit karena suara jelekmu pagi ini,” kata Se-Jin. “Habiskan makananmu, setelah itu kerjakan PR-mu. Aku yakin kau belum mengerjakan PR-mu hari ini dan aku tidak ingin mencontekkannya padamu. Kanda!” sahutnya lagi, kemudian melangkah meninggalkan Eun-Young yang sepertinya terlihat shock setelah mendengar ucapannya hari ini. Beberapa detik kemudian, Se-Jin mendengar suara teriakan dari arah belakangnya.

“HEI, SE-JIN-AH! TUNGGU AKU DAN PERLIHATKAN TUGASMU!!”

***

“Joo-Hyun-ah… !”

Choi Joo-Hyun yang sedang membaca novel di bangkunya, mendongak dan melihat Eun-Young yang sudah berdiri di hadapannya dengan cengiran khasnya. Joo-Hyun tersernyum manis pada sahabatnya itu. “Pagi, Eun-Younggi,” sapanya.\

Seo ji hee

“Ah… uh…, apa kau mengerjakan tugas Matematikamu hari ini?” tanya Eun-Young gagap. Tetapi, tiba-tiba saja seseorang muncul dan menjitak kepala gadis itu dari belakang. Ia berbalik dan melihat orang yang berani-beraninya menjitak kepalanya. “Kenapa kau memukul kepalaku?!” ujarnya kesal.

“Aku sudah bilang padamu untuk mengerjakan PR-mu sendiri, kan?” ternyata itu adalah Se-Jin. Pria itu betul-betul sudah merasa muak dengan ulah Eun-Young pagi ini.

Ya, Hwang Eun-Young! Kalau kau ingin mencontek tugas Joo-Hyun, bilang saja padanya dan tidak perlu berbasa-basi seperti itu. Membuat orang merinding saja,” celetuk seorang Pria dari belakang Se-Jin sembari merangkul Se-Jin. Terlihat ia memakai pakaian olahraganya yang berwarna orange serta celana olahraga berwarna merah. Jelas sekali kalau ia baru saja selesai melakukan latihan olahraga pagi. Eun-Young manyun memandang pria itu sedangkan Joo-Hyun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ketiga temannya.

Rio

“Uh, sedang apa kau disini, Son Gwang-Hyuk?” Eun-Young bertanya sebal.

“Apa kau bilang? Ini kelasku dan kau masih bertanya ‘apa yang sedang kulakukan disini’? Wah, kau betul-betul sudah mulai pikun, Eun-Young-ah,” balas Pria yang tidak lain adalah Rio itu. Ia lalu mengalihkan pandangannya pada Joo-Hyun, kemudian tersenyum. “Good morning, Joo-Hyun-ah,” sapanya.

Joo-Hyun tidak menjawab dan hanya tertawa—membuat Rio merasa jutaan kupu-kupu melayang di perutnya. Kemudian, “sudahlah. Aku akan mencontekkan tugasku,” katanya. Tangannya bergerak mencari buku tugas Matematika-nya di atas meja dan menemukannya. Disodorkannya buku itu pada Eun-Young. “Nah, ini. cepat kerjakan sebelum Guru Kang datang,” suruhnya lembut.

Eun-Young menerima buku itu dan menjulurkan lidahnya pada Se-Jin dan Rio hingga membuat kedua Pria itu berdesis ‘Aish’ kesal dan nyaris melayangkan sebuah jitakan pada Eun-Young lagi. Gadis itu segera kabur menuju bangkunya. Joo-Hyun menggelengkan kepalanya melihat kelakukan sahabatnya. Ia lalu melanjutkan kegiatan membacanya yang tertunda.

Saat Eun-Young duduk di kursinya, ia mendengar suara teman-temannya yang sepertinya sedang membicarakan seorang murid baru yang akan menempati kelas mereka. awalnya, Eun-Young penasaran dengan murid baru yang dimaksud dan bagaimana sosoknya nanti, tetapi karena ia harus mencontek tugas Joo-Hyun sekarang, jadi dia memutuskan untuk tidak menghiraukannya.

Bel berbunyi beberapa menut kemudian. Seorang Guru Pria memasuki kelas Eun-Young dengan beberapa buku di tangannya. Kehadirannya berhasil membuat semua murid perempuan di kelas tersebut histeris, sedangkan murid laki-laki hanya bisa mendesis kesal. Dia adalah Kang Ha-Neul, seorang Guru Matematika yang memang sangat populer di kalangan murid-murid perempuan dan guru di Jeguk High School. Selain karena tampan dan berkharisma, usianya juga masih terbilang muda (dua puluh tujuh tahun) dan masih seorang lajang. Nyaris semua murid perempuan di Jeguk High School berpendapat bahwa Mr. Kang lebih cocok menjadi seorang aktor atau model daripada menjadi seorang guru. Sayangnya, kepopuleran Tuan Kang ternyata tidak mempengaruhi minat Eun-Young padanya. Gadis bahkan tidak mempedulikan kehadiran gurunya dan tetap mengerjakan PR-nya hingga selesai dan mengembalikan bukunya pada Joo-Hyun.

Kang haneul

“Duduklah semuanya!” kata Tuan Kang yang langsung dituruti oleh semua murid di kelasnya. Eun-Young segera merapikan posisi duduknya dan memandang gurunya.

Kang Ha-Neul tersenyum. “Oke, selamat pagi anak-anak!” sapanya dengan senyumnya yang menawan dan lagi-lagi berhasil membuat murid-murid perempuan histeris. “Annyeonghaseo[10], Seonsaengnim[11]!”

“Oke.” Kang Ha-Neul berhenti sejenak dan menarik nafas. “Sekarang aku ingin memperkenalkan teman baru kalian. Dia berasal dari Busan,” sahutnya. Lagi-lagi, kelas itu menjadi ricuh dan terdengar suara-suara bisik. Namun, tidak untuk Eun-Young. Saat mendengar kata ‘Busan’, entah kenapa hati gadis itu mulai berkecamuk. Ia kembali mengingat, sepuluh tahun yang lalu, Ibunya berkata ia memutuskan untuk tinggal di Busan bersama Eun-Hee. Dan sekarang, ia merasa murid baru yang dimaksud oleh Kang Ha-Neul tadi saudara kembarnya.

Kang Ha-Neul hanya tersenyum. Tampaknya ia sudah terbiasa melihat kondisi seperti pasar itu. “Kuharap kalian bisa baik-baik dengannya nanti. Dia akan memperkenalkan dirinya,” lanjutnya. Kepalanya menoleh ke arah pintu kelas. “Nona Gong, kau bisa masuk sekarang!”

Suara pintu kelas yang digeser terdengar di penjuru kelas itu. Seorang gadis bertubuh tinggi muncul dari balik pintu tersebut. Eun-Young terkesima melihatnya. Dia adalah gadis yang menabrak Eun-Young di halaman sekolah tadi. Wajahnya tertutupi karena gadis itu menundukkan kepalanya, tapi Eun-Young bisa melihat gadis itu mengenakan kaca-mata. Rambutnya terlihat seperti milik Eun-Young, yang membedakannya adalah rambut murid baru itu berwarna cokelat. Dan ketika ia mengangkat kepalanya, Eun-Young merasa udara di sekitarnya lenyap dan membuatnya lupa bagaimana cara bernafas. Detik berikutnya, mulutnya terbuka dan berucap,

“H-Hwang Eun-Hee?!”

To Be Continue…

Ket :

[1] Ya : Hey

[2] Paboya : Bodoh

[3] Arra : Singkatan dari kata ‘Arraseo’, artinya ‘Aku mengerti’. Kalau bertanya menjadi ‘Arra’? (mengerti?)

[4] Eobsoyo : Nothing

[5] Jinja : Benar-benar, dasar. Kalau bertanya jadi ‘Jinja?’ (Benarkah?)

[6] Ya, neo micheseo? : Hei, apa kau gila?

[7] Neo jugulae? : Apa kau mau mati?

[8] Mianhada : Maafkan aku. Sama dengan Mianhaeyo.

[9] Geurae : sama dengan jinja, artinya benarkah?/benar.

[10] Annyeonghaseo : Halo, Selamat pagi, selamat siang, selamat malam (istilah ini dipakai di waktu manapun untuk sapaan).

[11] Seongsaeng(nim) : Guru atau Dokter


This is my first fanfiction of Rio and Sejin 14U. I hope you will follow it til’ end^^

Twitter, Instagram, and Wattpad : stranger197_

Advertisements

Author:

Love Myself & I'll be flying like a butterfly to the high sky ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s